Waspada Harus, Takut Jangan!!!

Mengenal Coronavirus Disease (Covid-19)

Sejak akhir tahun 2019 sampai dengan tulisan ini dimuat, dunia telah digemparkan dengan mewabahnya penyakit menular covid-19 yang telah menelan korban sebanyak lebih dari 315.131 orang meninggal dunia. Menurut situs resmi WHO 5 negara yang memiliki kasus terbesar adalah Amerika 1.477.516 kasus, Rusia 290.678 Kasus, Inggris 243.699 kasus, Brazil 241.080 kasus dan Spanyol sebanyak 231.350 kasus. Termasuk di negara kita tercinta, Indonesia, sudah tercatat 18.496 kasus terkonfirmasi positif, sebanyak 4.467 orang sembuh dan 1.221 orang meninggal dunia.

Sepertinya tidak pernah habis cerita mengenai penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona ini, berbagai macam media memuat berita dengan berbagai versi dan sudut pandang. Tak kurang masyarakat di pusingkan juga dengan berita-berita yang simpang siur bahkan tak sedikit yang bernada hoax. Jika tidak bijak dan berhati-hati dalam memilih berita, kita dapat terjerumus atau terperangkap dalam informasi yang salah.

Sebelum mengetahui bagaimana cara menghindari penyakit menular ini, kita perlu mengenal terlebih dahulu apa sebenarnya virus corona ini. Virus termasuk bagian dari mikroorganisme karena merupakan makhluk hidup yang ukurannya hanya beberapa mikro atau mungkin lebih kecil dari itu. Virus memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

  1. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
  2. Ukuran virus sangat kecil, yaitu antara 25 – 300 nm.
  3. Tubuh dari virus ini tidak berbentuk sel, sehingga tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
  4. Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal sebagai parasit intraseluler obligat.
  5. Virus merupakan suatu makhluk metaorganismeyaitu suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
  6. Virus memiliki beberapa bentuk tubuh, yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.

Lalu apa itu COVID-19? Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS). Virus corona paling terbaru yang ditemukan adalah virus Coronavirus Disease 19 (COVID-19). Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 yang kemudian mewabah ke seluruh dunia.

Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap. Namun ada pula beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun.

Sekitar 80% pasien yang telah terjangkiti Covid-19 dinyatakan pulih tanpa perlu perawatan khusus. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, memiliki resiko tinggi terkena penyakit lebih serius.
Menurut WHO, virus corona COVID-19 menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain. Kemudian orang tersebut menyentuh mata, hidung, atau mulutnya.

Baru-baru ini viral di media sosial penjelasan dari DRH. Moh. Indro Cahyono, seorang ahli virologi dari salah satu Lembaga Penelitian di Kementrian Pertanian. Beliau menjelaskan bahwa virus (termasuk COVID-19) hanya bisa bertahan hidup di media yang gelap, basah, dan dingin. Dia tidak bisa bertahan hidup lama tanpa perantara media tersebut. Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan lendir atau ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Jika baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan (misalnya karena panas, terkena angin) atau disinfektan maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya.

Semua virus ini tidak bisa hidup di udara, namun hanya bisa hidup di droplet dan terbawa oleh media lainnya. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan sebelumnya. Selama droplet-nya yang mengenai tangan itu kering, dibersihkan dengan sabun atau hand sanitizer maka virus pun akan hancur. Karena virus hanya bisa masuk lewat 2 jalur yakni hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan sabun atau hand sanitizer.
Beliau juga menjelaskan bahwa virus memiliki lapisan lipopotrein, yaitu biokimia yang berisi protein dan lemak. Dengan kondisi ini memungkinkan virus larut dengan cairan anti lemak misal sabun pencuci tangan, sabun pencuci piring, diterjen, cairan pencuci lantai dan lain-lain.

Ciri-ciri fisik orang yang sudah tertular virus Corona

Hari ke – 1   : muncul bersin-bersin

Hari ke – 2   : pilek

Hari ke- 3-4 : demam, dan berlanjut sampai hari ke enam.

Jika badan fit, pada hari ke 7 antibodi akan diproduksi oleh tubuh untuk menetralkan virus dan mencapai puncaknya pada hari ke 14. Virus bisa dinetralkan oleh antibodi  dari dalam tubuh maksimal selama 14 hari, berbeda dengan bakteri yang perlu pemberian antibiotik dari luar. Antibodi bisa dinaikkan produksinya dengan konsumsi vitamin E, vitamin C dan madu. Oleh sebab itu selama wabah Covid-19 biasakan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E (brokoli, kelor dan lain-lain) dan vitamin C karena dengan asupan vitamin yang bagus maka produksi antibodi bisa meningkat 2-3 kali lipat dari standar.

Prinsip penangan wabah

  1. Kurangi paparan virus dengan cara hidup sehat : sering cuci tangan, mandi, jangan pergi ketempat ramai (social distancing)
  2. Naikan anti bodi dengan mengkonsumsi vitamin E, vitamin C, madu dan istirahat yang cukup.
  3. Kalau sakit jangan keluar rumah, konsumsi makanan sehat, lakukan pola hidup sehat dan istirahat yang cukup
  4. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik memicu reaksi psikosomatis yang berakibat pada menurunnya produksi antibodi daridalam tubuh.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, masyarakat di harapkan dapat menyikapinya dengan hati-hati dan waspada. Jangan panik, alih-alih ingin menghindari virus malah terjangkiti karena berfikiran negatif dan stres. Tumbuhkan rasa optimisme, dan gali pengetahuan tentang virus ini. Jangan menerima asumsi, berita atau data yang tidak jelas karena hal ini akan menambah kepanikan dan terjebak dalam informasi yang salah.

Penulis : Nurbani