parallax background

PERSEPSI GURU DALAM MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN

25 April 2019
Expose SPMI oleh Sekolah Imbas Gugus Rd. Dwi Sartika Kota Cimahi
10 January 2019
Peringatan Hari Pendidikan Nasional
3 May 2019

PERSEPSI GURU DALAM MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Rini Pepa Wiratin, S.Si., MT

Pengembang Teknologi Pembelajaran Pertama LPMP Jawa Barat


Abad 21 ditandai dengan revolusi 4.0 yaitu terintegrasinya dunia fisik, digital dan biologis.

Hal ini mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri, pemerintah dan khususnya dunia pendidikan, dalam bidang pendidikan adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi cyber dalam pembelajaran.

Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang standar proses, menyatakan bahwa prinsip pembelajaran itu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. (Kemendikbud, 2016)

 
 

Guru sebagai peran utama dalam melaksanakan proses pembelajaran hendaknya mempunyai kompetensi dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, dalam hal ini guru dapat memanfaatkan portal rumah belajar dalam PBM (Proses Belajar Mengajar), namun sosialisasi terkait portal rumah belajar ini belum secara masif tersosialisasikan sehingga belum semua guru mengetahui dan dapat memanfaatkan portal tersebut.

Kementerian dan pendidikan dan kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) mengembangkan suatu portal pembelajaran yang bernama portal Rumah Belajar pada Juli 2011, tujuannya adalah untuk memfasilitasi proses pembelajaran melalui media jaringan atau secara online. Portal Rumah Belajar menyediakan konten-konten multimedia pembelajaran sebagai sumber belajar dan fasilitas pembelajaran jarak jauh secara online melalui fitur Kelas Maya. (Kemendikbud, Petunjuk Pemanfaatan Kelas Maya Rumah Belajar dalam Pembelajaran, 2018)

 
 
 

LPMP Jawa Barat melalui Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), memfasilitasi guru – guru melalui bimbingan teknis untuk memanfaatkan rumah belajar melalui pola IN – ON, peserta terdiri 11 orang guru yang tersebar dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK, dalam kegiatan IN guru diberikan input dan praktek cara memanfaatkan portal rumah belajar sedangkan untuk kegiatan ON guru mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah masing – masing, dalam pelaksanannya penulis mencoba untuk menggali persepsi guru, hal ini untuk mengetahui pengalaman, pengetahuan, minat, kesan dan pendapat guru ketika menggunakan portal tersebut dalam proses pembelajaran.

 
 
 
 

Berdasarkan pengolahan data dapat dilihat persepsi guru yang merupakan alumni bimtek dalam memanfaatkan portal rumah belajar, dari segi kelengkapan fitur kelas 78% menyatakan lengkap, dan 22% menyatakan belum lengkap, guru menyarankan untuk menambahkan fitur videocall yang terintegrasi dengan kelas maya untuk melakukan teleconference, fitur kuis, game interaktif dan soal yang lebih variatif, dari segi kemudahan implementasi di sekolah 78% meyatakan cukup dan 22% menyatakan masih sulit dikarenakan infrastruktur yang belum memadai, dari segi dukungan kepala sekolah 80% menyatakan sangat baik dan baik sedangkan 20% menyatakan cukup, dukungan dan antusiasme rekan kerja 90% menyatakan sangat baik dan baik sedangkan 10% menyatakan cukup , semua guru (100%) menyatakan bahwa dengan portal rumah belajar dapat meningkatkan kemampuan IT guru, mempermudah guru dalam menyiapkan materi, membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, dan membantu guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran, untuk pengaruhnya terhadap siswa, semua guru meyatakan dapat meningkatkan motivasi dan antusiasme dalam pembelajaran.

 

Hasil kajian tersebut memperlihatkan bahwa secara umum persepsi guru terhadap pemanfaatan portal rumah belajar memperlihatkan respon positif, hal ini mengindikasikan bahwa portal tersebut dapat memudahkan dan membantu guru dalam proses pembelajaran, dan dapat meningkatkan motivasi guru dan siswa dalam pelaksanaaanya, oleh karena itu sekolah hendaknya dapat memanfaatkan teknologi sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran, dukungan dari Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan sangat diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan PBM dari segi infrastruktur, dan untuk LPMP Jawa Barat dapat membantu dalam bentuk dukungan berupa bimbingan dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah untuk dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang mendukung pembelajaran menjadi lebih menarik.

 
 

Daftar Pustaka

 

Kemendikbud. (2016). Peraturan Pemerintah No. 22 Tentang Standar Proses. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kemendikbud. (2018). Petunjuk Pemanfaatan Kelas Maya Rumah Belajar dalam Pembelajaran. Jakarta: Pustekkom.

Comments are closed.