MODERN PARENTING

Penulis : Asep Zuhara Argawinata | Editor : Nur Indah Yuliani

Seperti kita ketahui bahwa setiap jenjang usia anak mempunyai tugas-tugas perkembangan, Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya. (Yusuf 1992:3).

Tercapainya tugas perkembangan anak tersebut tidak pernah terlepas
dari peranan keluarga dimana anak tumbuh dan berkembang pada suatu lingkungan
keluarga, bila lingkungan keluarga dimana ia tumbuh dan berkembang itu sehat
maka akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan pertumbuhan karakter dan fisiknya
dimasa mendatang, dengan demikian peranan keluarga sangat signifikan dalam
membentuk perkembangan karakter dan fisik anak. Salah satu faktor penentu
kesuksesan seorang anak di masa depan adalah cara mendidik anak di jaman
sekarang (modern parenting)
yang diterapkan oleh orang tua dalam proses pertumbuhannya. Membiarkan anak
tumbuh dan berkembang secara normal sesuai dengan tahapan usianya tanpa
dibebani kewajiban yang berlebihan merupakan metode parenting terbaik yang
dapat diterapkan kepada anak.

Pada dasarnya, semua metode parenting itu baik,
yang terpenting adalah penerapannya disesuaikan dengan kondisi psikologis dan
usia anak, karena tidak setiap anak dapat mengalami perkembangan yang sempurna,
permasalahan manusia akan semakin kompleks ketika mereka mulai menginjak usia
remaja, pada masa remaja itulah mereka mulai mengenal lingkungan atau
masyarakat yang lebih luas yang selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan
yang yang lebih rumit yang memerlukan penanganan yang sangat serius. Tugas  perkembangan
masa kanak-kanak Menurut psikologi perkembangan, setiap individu sejak
kelahirannya sampai memasuki masa tua selalu disertai dengan tugas-tugas
perkembangan. Keberhasilan setiap individu dalam
melaksanakan
tugas-tugas perkembangan akan melahirkan individu yang memiliki kepribadian
yang sehat dan dewasa. Namun apabila tugas-tugas perkembangan tersebut gagal
dilaksanakan/ dipenuhi maka akan lahir individu-individu yang memiliki gangguan
kepribadian bahkan gagguan jiwa. Akan lebih bijaksana bila orang tua mengetahui
tugas-tugas perkembangan anak-anak mereka, sehingga orang tua dapat membantu dan
memberikan sikap yang benar terhadap anak-anak mereka menuju individu/pribadi
yang sehat dan dewasa. Tugas perkembangan fase bayi dan kanak-kanak Secara kronologis
(menurut urutan waktu), masa bayi (infancy
atau babyhood)
berlangsung sejak individu manusia dilahirkan dari rahim
ibunya sampai berusia sekitar setahun. Sedangkan masa kanak-kanak (early childhood) adalah masa
perkembangan berikutnya yakni usia setahun hingga usia antara lima atau enam
tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara
sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan keluarganya. Oleh karena
itu, fungsionalisasi lingkungan kelauarga pada fase ini penting sekali untuk
mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama
lingkungan sekolah.

Permasalahan bagi
peserta didik usia remaja timbul baik dari intern ataupun ekstern yang
keselurahannya sangat mengganggu pada proses belajar dan pembelajaran peserta
didik di usia seperti itu. Keingin tahuan pada usia remaja sangatlah besar karena
pada masa itu mereka masih mencari jati diri dan figur yang di idolakan oleh
mereka. Oleh karena itu, bagi seorang pendidik haruslah tahu keadaan peserta didiknya
dan harus bisa mengarahkan pada hal-hal yang positif sehingga peserta didik
pada usia remaja akan terarah pada hal-hal yang positif, pendidik juga harus
mengetahui gejala-gejala yang terdapat pada peserta didik usia tersebut dan bisa
memberikan solusi yang terbaik dalam menghadapi keadaan peserta didik seperti
itu maka oleh karena itu diperlukan konsep dan tugas perkembangan peserta didik. Adapun tugas-tugas perkembangan seorang remaja
adalah sebagai berikut : 

  •  Mencapai suatu hubungan yang baru dan lebih
    matang antara lawan jenis yang seusia
  • Dapat menjalankan peran
    sosial maskulin dan feminine
  • Menerima keadaan fisik
    dirinya sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif.
  • Mengharapakan dan
    mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
  • Mencapai kemandirian
    emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
  • Mempersiapkan karir
    ekonomi
  • Mempersiapkan perkawinan
    dan keluarga
  • Memperoleh perangkat
    nilai dan sistem etis sebagai pegangan utnuk berperilkau dan mengembangkan
    ideologi.

Dengan penerapan sebagian
Metode Modern parenting diharapkan
tugas-tugas perkembangan anak atau pun remaja yang meliputi tugas kehidupan
pribadi sebagai individu, kehidupan pendidikan dan karier, serta kehidupan
keluarga sebagai langkah awal anak dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat
dapat diterima sebagai individu yang mandiri dan mampu beradaptasi dengan berbagai
kondisi masyarakat yang sangat kompleks, karena tugas perkembangan pada masa
remaja adalah tindak lanjut dari masa kanak-kanak yang diawali dengan masa perubahan
yang sering disebut dengan masa pubertas.Metode Modern Parenting diantaranya :

  • Mengenal Lingkungan Luar

Tips modern parenting 
yang harus diterapkan orang tua dengan membiasakan mereka mengenal lingkungan
sekitarnya dengan sering mengajaknya keluar rumah. Bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar berdampak positif untuk tumbuh kembangnya, hal ini juga akan
memperbaiki kemampuan sosialisasi anak sehingga ia akan mudah menyesuaikan diri
saat beranjak dewasa.

  • Jangan bebani anak dengan tugas tambahan

Kegiatan yang terlalu
padat hanya akan memicu stres pada anak, Untuk itu, usahakan jangan terlalu membebani anak dengan tugas tambahan.
Karena Dunia anak adalah dunia bermain. Belajar tentu kegiatan yang sangat
penting untuk mereka, tapi mengorbankan waktu bermain anak bukanlah keputusan
yang terbaik.

  • Jangan Takut Kotor

Metode modern parenting
ketiga inilah yang dalam beberapa tahun sedang gencar dikampanyekan banyak
orang tua dan lembaga pendidikan. Jika zaman dulu banyak ibu melarang anaknya
bermain kotor-kotoran, sekarang justru sebaliknya. Biasakan anak anda untuk
lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berkotor-kotoran, entah main lumpur
atau mandi hujan. Selain bagus untuk sistem imunitasnya, kegiatan ini juga akan
membuat anak belajar bersenang-senang dari hal-hal kecil di sekitarnya.

  • Tradisi

Banyak sekali
metode parenting konvensional  justru kurang tepat
diterapkan di zaman mulailah menemukan cara mendidik anak yang  menurut
Anda paling tepat untuk anak anda. Karena orang tua lah yang paling mengerti
tentang anak nya sendiri. Selama yakin tindakan yang dilakukan itu baik untuk
anak lakukan saja. Apresiasi terhadap tindakan atau sikap baik yang dilakukan
anak anda. Daripada terlalu banyak mengkritik kesalahan anak, biasakan memberi
pujian untuk anak.  Karena Apresiasi dan
pujian dapat menyebabkan anak dapat mengulang sikap / tindakan baik yang telah
mereka lakukan sebelumnya.

  • Berani Mengambil Risiko

Kebiasaan
protektif alias serba melarang yang dilakukan orang tua berdampak buruk pada
masa depan anak, Hal tersebut akan membuat anak takut mengambil risiko dan
enggan keluar dari zona nyaman yang justru akan berdampak buruk pada kehidupannya
saat ia beranjak dewasa.

  • Berikan vitamin

asupanvitamin anak,atau suplemen bergizi
lain membantu perkembangan otak, serta meningkatkan sistem imun tubuh. Suplementasi
vitamin sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk mendapatkan nutrisi yang
dibutuhkannya setiap hari.

Pada Masa tugas Perkembangan di
masa remaja, peserta didik itu mulai gencar mencari tahu sesuatu yang menurut
mereka masih asing dalam kehidupan mereka. Di masa ini pula sebaiknya
pengekangan-pengekangan yang diterapkan di masa kanak-kanak hendaknya
dikurangi. Karena biasanya anak-anak pada masa ini mulai mengerti mengapa di
waktu kecil mereka dilarang untuk melakukan sesuatu yang bisa disebut tidak pantas,
mereka akan mulai mengetehui masalah-masalah yang ada dalam kehidupan. Disini
orang tua berperan sebagai penasihat sekaligus pengawas tingkah laku anak agar
anak itu bisa mawas diri dan juga tidak ceroboh dalam mengambil suatu keputusan.