Memproteksi Anak dari Dampak Buruk Penggunaan Gadget

http://google.com Gambar Ilustrasi http://google.com

BandungPandemi Covid-19  telah memaksa Pemerintah memberlakukan social distancing bahkan beberapa kota membuat kebijakan lockdown/karantina, menjaga jarak untuk berinteraksi dan bersentuhan dengan orang lain serta menghindari bepergian dan kerumunan orang banyak. Kebijakan ini mengharuskan sekolah memberlakukan anak-anak untuk belajar secara online. Hal ini dilakukan untuk menghambat laju bertambahnya korban yang tertular virus. Selain sekolah, kantor-kator pemerintah dan swasta pun menjalankan social distancing dengan menerapkan Work From Home (WFH), sehingga semua anggota keluarga orang berkumpul di rumah. Anak belajar dari rumah dan orang tua pun bekerja dari rumah.

Guru dan pihak sekolah telah menyiapkan program dan bahan belajar untuk anak selama di rumah, tentunya belajar anak di rumah didampingi orang tua. Berbagai tugas berupa membaca berbagai bahan bacaan, mengerjakan soal-soal pelajaran, menggambar, membuat karangan dan pra karya dilakukan dirumah dan dilaporkan secara online kepada Bapak/Ibu guru di sekolah.

Di satu sisi anak-anak merasa lebih santai dan enjoy belajar dengan nyaman di rumah, apalagi menggunakan fasilitas gadget dan internet, namun lama-lama mereka bosan tidak bisa bermain dengan teman-teman di sekolah. Kebosanan dan kejenuhan inilah yang tentunya akan memicu anak-anak untuk berselancar di gadgetnya mengakses berbagai situs terutama situs-situs game online, film dan aneka hiburan lainnya.

Perhatian dan pendampingan orang tua sangatlah diperlukan selama mereka menggunakan gadget, tetapi bagi orang tua pekerja tidak bisa selamanya  mendampingi anak-anak mereka, ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan seperti tugas-tugas kantor, yang harus dilaporkan setiap hari selama menjalankan work from home (WFH). Mengatasi hal seperti ini sebagai orangtua harus cerdas dan bijak

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memproteksi anak-anak dari dampak buruk penggunaan gadget menurut para ahli dalam Modul Pendidikan Parenting Kemdikbud , antara lain dengan melibatkan orang tua untuk masuk ke dunia online anak.

Keterlibatan orang tua di kehidupan online anak sangat penting untuk mengenali lingkup gerak, teman, dan kesukaan anak.

  • Buatlah Aturan Tertulis

Membuat aturan yang disepakati bersama yang mencakup batas waktu penggunaan dan konsekuensi jika melanggar aturan tersebut. Pasang aturan itu di tempat yang mudah terbaca agar anak selalu ingat. Batas waktu yang direkomendasikan oleh YKBH (Yayasan Kita dan Buah Hati) dan American Pediatric Association, sebagai berikut:

Tabel Durasi Anak Bermain Gadget

Rentang Usia Durasi
0 – 2 Tahun 0 Menit
3 – 6 Tahun 10 – 20 Menit
7 – 10 Tahun 20 – 60 Menit
11 – 12 Tahun Max. 2 Jam

Sumber : YKBH dan American Pediatric Association

  • Ajarkan Anak untuk Menjaga Kerahasiaan Identitas Pribadi

Ajarkan anak untuk:

  • Ajarkan anak untuk tidak memberikan nama, nomor telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa ijin.
    • tidak membuka email dari orang yang tidak dikenal.
    • tidak merespon pesan yang mengganggu.
    • tidak bertemu dengan orang yang dikenal melalui internet
  • Jadilah Sahabat Anak

Orang tua berperan sebagai sahabat yang senantiasa siap diajak bicara, ‘curhat’, memberi perhatian dan membantunya ketika mereka dalam kesulitan.

  • Kenali Situs yang Aman untuk Usia Anak

Orang tua bisa mencari situs yang cocok untuk usia anak dengan isi atau informasi yang bervariasi seperti tentang film, musik, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

Pada artikel yang akan datang akan di bahas tentang aplikasi parental control yang dapat digunakan oleh orang tua untuk melindungi anak-anak mengakses situs yang tidak baik.

Penulis –Rina Mutaqinah