LPMP Jawa Barat resmi menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) mulai hari ini.

Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19 Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020, Kepala LPMP Jawa Barat menerbitkan
Nota Dinas Nomor 0481/C7.42/KP/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Pencegahan
Penyebaran COVID-19 di Lingkungan LPMP Jawa Barat melalui Bekerja dari Rumah.

Kepala LPMP Jawa Barat, Gusmayadi Muharmansyah diwakili
oleh Kepala Seksi Sistem Informasi, Yanti Triana menuturkan kebijakan ini
diberlakukan bagi seluruh pegawai, kecuali satuan pengamanan, Front Office, tenaga teknis dan tenaga
kebersihan (diatur kemudian oleh Kasubbag Umum) mulai 18 s.d 27 Maret 2020 atau
hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Kebijakan WFH cukup berat untuk diljalankan,
tapi ini merupakan komitmen kami untuk melindungi dan memprioritaskan kesehatan
dan keamanan seluruh pegwai beserta keluarga serta masyrakat pada umumnya dari
ancaman penularan COVID-19 serta melaksanakan himbauan dari Presiden Republik
Indonesia Joko Widodo untuk menerapkan konsep social distancing,”
ujar Yanti dalam keterangan resmi yang dihimpun WebLPMPJabar, Selasa (17/3).

“Lembaga mengambil keputusan untuk sementara
akan melakukan pelayanan terbatas bagi stakeholder
dengan menutup Unit Layanan Terpadu yang dilakukann secara tatap muka, tetapi
pelayanan secara online masih tetap
dilakukan secara normal,” ujarnya.

Dalam menjalankan sistem WFH, LPMP Jawa Barat didukung
oleh beberapa platform kerja digital antara lain Google Classroom, Google
Cloud and Google Form,
Office Collaboration Platform (OCP), dan
aplikasi berbasis web yang diharapkan tetap bisa menjaga akuntabilitas kinerja
dan kualitas pelayanan publik yang telah menjadi tupoksi LPMP.

LPMP Jawa Barat juga menjalankan SAP (System
Application and Processing) untuk memonitor administrasi dan keuangan lembaga.

“Selain itu kami juga menjalankan aplikasi Sistem
Informasi Naskah dan Dokumen Dinas Elektronik (SINDE) dari Kemendikbud sehingga
seluruh pegawai yang telah ditetapkan dapat bekerja dari rumah pada situasi
seperti saat ini,” tambah Yanti.

“Secara umum pegawai yang bekerja WFH telah
diberikan fasilitas yang memungkinkan untuk bekerja secara remote dengan
nyaman, efisien dan tidak mengurangi produktivitas seperti bekerja di
kantor,” jelas Yanti.

Yanti juga memastikan kebijakan WFH ini tidak
mengganggu pelayanan LPMP Jawa Barat kepada stakeholder
terutama pelayanan data dan informasi. “Insya Allah (operasional pelayanan)
berjalan normal seperti biasanya,” tandasnya.