Kegiatan Sosialisasi Rumah Belajar dan Pembatik

Kab. Bandung Barat – Hari ini tepatnya Rabu tanggal 22 April 2020 LPMP Jawa Barat telah melaksanakan salah satu tugasnya sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud dalam melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Wilayah Jawa Barat. Agenda yang diadakan yaitu Sosialisasi Rumah Belajar dan Pembatik diikuti oleh sedikitnya 142 orang. Peserta terdiri dari guru, pengawas, widyaiswara, dan internal dari LPMP Jawa Barat.

Kegiatan ini dilakukan secara online dikarenakan kondisi saat ini, kesehatan bapak/ibu adalah yang utama saat ini. Kerjasama guru, peserta didik, dan orang tua juga harus terjalin, peran teknologi informasi menjadi sangat penting sekali.”  Ujar Kepala LPMP Jawa Barat Gusmayadi Muharmasyah dalam sambutannya untuk membuka kegiatan siang tadi. Dalam sambutannya beliau juga memberikan arahan untuk saling bekerjasama menghadapi pandemi Covid-19 serta berharap pandemi ini segera berakhir.

Komitmen LPMP Jawa Barat untuk tetap menjaga eksistensi sesuai tugasnya memang sangat kuat. Melalui kegiatan ini yang dilaksanakan tentunya tidak dengan tatap muka. Fasilitas Webex LPMP Jawa Barat cukup mumpuni untuk melakukan kegiatan fasilitasi online tanpa ada hambatan yang berarti kecuali untuk beberapa peserta yang memang berada di daerah signal internet rendah.

Materi pertama disampaikan oleh widyaiswara LPMP Jawa Barat Dr. Wawan, MT dengan tema Solusi Pembelajaran di Tengah Covid-19. “Kemandirian dalam belajar menjadi sangat penting, untuk belajar tidak hanya dari bank soal tapi juga bisa dengan melakukan aktivitas sesuai dengan keberadaan di rumah. Kepekaan anak sudah ada, teknologi sudah dipersiapkan, untuk melakukan pembelajaran” tukasnya dengan jelas ketika memberikan materi.

Penjelasan diatas juga cukup membantu menjawab berbagai pertanyaan yang ada di room chat berkaitan dengan lokasi dan kondisi peserta didik yang tidak semuanya memiliki fasilitas untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Tidak hanya melalui internet tetapi juga bisa dengan pemberian tugas dari guru yang mampu mengeksplorasi kreativitas siswa, begitulah penjelasan beliau di akhir penyampaian materi.

Selain widyaiswara dalam kegiatan ini juga menghadirkan Duta Rumah Belajar yaitu Asep Panji Lesmana guru SMA Negeri 2 Depok. “Rumbel punya Kemdikbud, milik kita semua, mendukung interaksi siswa dan guru” kalimat itu begitu tegas disampaikan oleh beliau, karena memang selain memberikan materi berkaitan dengan Rumah Belajar, beliau juga memberikan semangat kepada para guru untuk lebih kreatif dengan PembaTIK.

PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). Guru, pengawas, dan kepala sekolah bisa mengikuti pembatik, tapi pengawas dan kepala sekolah tidak diprioritaskan menjadi duta rumah belajar.

Antusiasme peserta dalam kegiatan ini terlihat dari sibuknya moderator Resty Yuniarti yang merupakan Pengembang Teknologi Pembelajaran di LPMP Jawa Barat dalam mengatur arus berbicara antara peserta yang bertanya dan narasumber yang memberikan jawaban. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 sampai 11.30 ditutup oleh Neni Niawati selaku Kepala Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan mewakili Kepala LPMP Jawa Barat (Dok-LPMP Jawa Barat).

Penulis: Asri Nur Azizah