Kebutuhan Khusus Dalam Persfektif Umum

ilustrasi : http://google.com

Di kehidupan sehari-hari, kita sering membutuhkan atau menginginkan sesuatu hal, baik dalam bentuk barang, jasa atau lainnya. Banyak teori menyebutkan bahwa kebutuhan merupakan hal dasar dalam memenuhi keberlangsungan hidup dan harus segera terpenuhi. Namun dalam artikel ini, penulis mencoba mengambil definisi dari kata “keinginan” dan “kebutuhan” dengan merujuk kepada beberapa hasil karya tulis dari berbagai media online, kemudian dilakukan analisis untuk mencapai suatu kesimpulan.

Artikel

Artikel 1. “Antara Keinginan dan Kebutuhan. Keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap barang ataupun jasa yang ingin dipenuhi setiap manusia pada sesuatu hal yang dianggap kurang. … Keinginan lebih bersifat tambahan, ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi. “ Apr 1, 2019 www.jurnal.id › blog › 2017-pengertian-kebutuhan-keinginan-dan-perb

Artikel
2.
“Seorang
pengusaha yang ingin memperluas bisnisnya. Jika di lihat dari segi keinginan,
hal ini tentunya bersifat sangat positif bagi kemajuan bisnis maupun
kesejahteraan karyawan. Namun keinginan positif ini harus didukung oleh
pemenuhan kebutuhan yang harus terpenuhi sebelumnya, misalnya efektifitas
kinerja, tambahan karyawan maupun peningkatan mutu produksi”.
https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-kebutuhan-keinginan-dan-perbedaannya/

Artikel
3
. “Lapar
adalah kondisi yang dialami semua manusia, namun itu akan terasa berbeda ketika
ego ini juga muncul. Lapar yang tadinya bisa dipenuhi dengan makanan yang bisa
membuat perut ini kenyang akan berubah menjadi sebuah makanan yang harus
memiliki nilai lezat rasanya, tampilanya menarik, suasana ketika memakannya,
harganya yang mahal, dan harus memuaskan”.

https://www.kompasiana.com/agidsatrio5089/5b7eb104aeebe1522d60a294/apakah-itu-kebutuhan-atau-hanya-keinginan?page=all

Hasil literasi dari ketiga artikel tersebut
dapat diidentifikasi sebagai berikut;

Kondisi Saat Ini Kebutuhan Keinginan
Bisnis belum berkembang Efektifitas kinerjaTambah karyawanPeningkatan produksi Mengembangkan bisnis
Lapar Makan Tidak Lapar/Kenyang
……. ……. …..

Dari hasil identifikasi seperti tersebut pada tabel di atas, terdapat benang merah antara ketiga literatur tersebut, artikel yang pertama menyatakan bahwa adanya perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi secara primer, sedengkan keinginan lebih bersifat tambahan. Artinya bahwa penuhi dulu kebutuhan baru memenuhi keinginan. Sedangkan artikel kedua dan ketiga sepakat bahwa berangkat dari kondisi saat ini untuk memenuhi keinginan harus melalui kebutuhan “kondisi lapar, ingin tidak lapar, maka butuh makan”, tetapi ketika makan hanya sekedar kebutuhan untuk tidak lapar berubah menjadi keinginan nilai lezat, penampilan menarik, suasananya berbeda, dan harganya mahal.

Analogi Kasus

Kasus 1.
Seseorang datang ke daerah yang sama sekali Bahasa dan adat istiadatnya sangat
berbeda dengan Bahasa dan adat istiadat di daerahnya dan samasekali tidak dipahami.,
tetapi ketika sudah lama tinggal di daerah yang baru tersebut lambat laun paham
terhadap Bahasa dan adat istiadat di daerah itu. Apakah orang itu berkebutuhan
khusus?.

Kasus 2.
Seorang anak “Normal” sekolah di sekolah regular., Dia tingkahlakunya berbeda
Dia sering mengganggu teman-temannya, sering ngamuk dan membuat onar di
kelasnya. Apakah anak itu berkebutuhan khusus? Kalau ya, apakah anak tersebut
harus disekolah SLB?.

Kasus 3.
Anak tunanetra oleh sebagian besar orang disebut juga anak berkebutuhan khusu,
anak tersebut belajar di sekolah regular, kemudian mendapatkan pelayanan
kebutuhan  pembelajaran yang sesuai
dengan keinginannya, maka anak tunanetra tersebut dapat berhasil belajar dengan
baik., pertanyaannya apakah anak tersebut “anak berkebutuhan Khusus?, kalau
bukan, yang menjadi kebutuhan khususnya apa?, dan bagaimana pelayanan terhadap
kebutuhan khususnya?.

Analisis dari ketiga kasus di atas
dikaitkan dengan konsep kebutuhan adalah sama-sama adanya kesulitan dan
keinginan yang harus dipenuhi oleh kebutuhan, namun dari ketiga kasus di atas
kita  bisa membedakan mana yang menjadi
kebutuhan secara umum dan kebutuhan secara khusus,

Diartikan secara bebas Kebutuhan Khusus adalah kebutuhan secara mendasar secara spesifik yang dirasakan individu yang sifatnya berbeda dari individu satu dengan individu yang lainnya (Unik) namun kebutuhan khusus dibagi menjadi dua, ada kebutuhan sifatnya temporer dan sifatnya permanen, tetapi ketika kebutuhan khusus yang sifatnya temporer akan menjadi permanen apabila tidak di intervensi.

Penulis – H. M Soemitra ; Widyaiswara Ahli Madya LPMP Jawa Barat