Google Workspace For Education Sebagai Alternatif Bagi Guru untuk Membantu Pembelajaran dalam Menghadapi 4.0

Oleh : Fitria Badrujalil
Fungsional Pengembang Teknologi Pembelaran – LPMP Jawa Barat

Seorang guru profesional dituntut memiliki kompetensi tertentu yang tentunya mangacu pada profesi keguruan mencakup kemampuan merencanakan, melakukan, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Guru profesional senantiasa mau meng-upgrade pengetahuan dan mengembangkan kemampuan dalam pembelajaran baik bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interaksi belajar mengajar serta media pembelajaran yang dapat membantu dalam menyajikan pembelajaran.

Seorang guru juga harus mau mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, baik dalam segi ilmu yang dimilikinya maupun pengalamannya. Kita ketahu bersama di era revolusi 4.0  atau dikenal dengan era inovasi disruptif yang dapat membantu menciptakan pasar baru hingga menggantikan teknologi yang sudah ada. Pertemuan tahunan World Economic Forum 2018 dan mengutip Jack Ma dikatakan bahwa pendidikan adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar. Guru diarahkan memiliki keterampilan membuat media pembelajaran yang menarik, memanfaatkan media sosial dalam konteks pendidikan, keterampilan  menciptakan kualitas pengajaran di kelas meningkatkan produktivitas serta kualitas tugas siswa.  Mempertimbangkan terjadinya kolaborasi antara guru dan siswa, efektifkan pengajaran, dan juga menjaga lingkungan pembelajaran tetap aman.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengerti benar apa yang dibutuhkan guru dalam menghadapi era 4.0. salah satunya dengan memberikan layanan secara gratis melalui akun belajar.id yang dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan baik dari tingkat dasar dan menengah selama yang bersangkutan terdaftar di DAPODIK. Silahkan untuk mengubungi operator sekolah masing-masing  untuk melakukan aktifasi. Alangkah sayang jika akun gratis ini tidak dimanfaatkan oleh kita bersama. Akun belajar.id memberi kemudahan dalam mengakses layanan atau aplikasi pembelajaran berbasis elektronik.

Akun belajar.id juga dapat digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemendikbud. Salah satunya aplikasi Google Workspace for Education, milik perusahaan Google yang didirikan oleh Larry Page bersama Sergey Brin di Amerika. Google Suite for Education yang kini berubah menjadi Google Workspace for Education dirancang untuk dapat beradaptasi di era revolusi industri 4.0. Rangkaian perangkat yang mudah digunakan secara gratis, memberikan dasar yang fleksibel dan aman untuk pembelajaran, kolaborasi, dan komunikasi. Beberapa fitur diantaranya Google sheets, Google docs, Google Classroom dan Google Drive. Mari kita kupas satu persatu.

Melalui akun belajar.id kita akan dapatkan fasilitas drive bersama dan unlimeted storage data. Drive bersama, dapat digunakan secara bersama-sama dengan tim atau siswa, tampa harus berbagi link yang seperti pernah kita lakukan. Cukup memasukkan anggota dengan menggunakan alamat email kemudian secara otomatis drive bersama  maka drive dapat digunakan sebagai media untuk berbagi atau bertukar informasi. Tidak seperti Google Dirve pada akun pribadi, yang hanya mampu menyimpan file maksimal 15 GB, Google Drive dengan menggunakan akun belajar.id kapasitas penyimpanan data adalah unlimeted. Artinya kita dapat menyimpan pada drive tersebut tampa batas. Karena itu, silahkan pertimbangkan untuk migrasi data ke google drive dengan akun belajar.id.

Membahas lembar kerja Spreadsheet, aplikasi yang menjadi pilihan utama kita pada umumnya adalah Microsoft Excel. Microsoft membangun program spreadsheet memiliki kemampuan luar biasa, dapat membantu menyelesaikan setiap pekerjaan seperti angka, grafik, beragam data secara cepat dan efisien. Google mengembangkan program aplikasi yang serupa namun perbedaannya Microsoft Excel yang digunakan secara offline, Google Sheets pada Google Workspace for Education dapat digunakan secara online dengan memanfaatkan penyimpanan Cloud Storage.

Seperti halnya kita menggunakan Microsoft Word, melalui Google Docs kita bisa mengedit dan membuat file namun tanpa harus menginstall software terlebih dahulu. Google Doc membuat dokumen kita menjadi lebih hidup dengan alat pengeditan dan penataan gaya yang cerdas. Alat ini dapat membantu memformat teks dan paragraf dengan mudah. Pilih dari ratusan font, tambahkan tautan, gambar, dan tabel. Sebagai informasi bahwa kita dapat bekerja walau tidak ada sambungan internet. Google Doc memungkinkan guru dapat berbagi tugas atau berkolaborasi dengan siswanya dalam pembelajaran melalui dokumen yang sama di waktu yang sama.

Google Classroom memberikan kemudahan bagi siswa untuk dapat menyerahkan tugas-tugasnya, guru juga dapat terus memantau aktivitas siswa dalam pembelajaran, melihat nilai dengan mudah, dan menilai tugas kapan pun. Saat ini, Google Classroom dapat menggantikan tumpukan kertas dan membuat proses pembelajaran jadi sangat mudah dan menyenangkan. Di dalamnya terdapat fasilitas synchronous ataupun asynchronous melalui tools yang tersedia di dalam Google Classroom. Kapasitas maksimum pengajar adalah 20 orang dan jumlah maksimum siswa adalah 1000 orang. Wow luar biasa …!

Nah, jangan ragu untuk mencoba hal yang mungkin baru bagi Anda atau yang sudah terbiasa  tidak ada salahnya untuk pelajari fitur-fitur dalam Google Workspace for Education dan rasakan manfaatnya. Ini semua diberikan secara GRATIS.  Mungkin Google Workspace for Education bisa menjadi alternatif bagi Anda sebagai guru untuk membantu pembelajaran dan membantu dalam pekerjaan adminitrasi. Jangan lupa untuk mengaktifkan akun belajar.id ya, melalui operator sekolah masing-masing. Selamat mencoba!