Festival Bandung Ulin Dalam Rangka Implementasi Pendidikan Karakter di SMPN 18 Bandung

Festival Bandung Ulin Dalam Rangka Implementasi Pendidikan Karakter di SMPN 18 Bandung

 

Kota Bandung – Panas terik sinar matahari di siang itu tidak menyurutkan semangat siswa-siswi SMPN 18 Bandung untuk mengikuti berbagai macam kamonesan dan kaulinan urang lembur. Pelataran lapangan basket penuh dengan sesak dan riuh rendah warga sekolah memeriahkan acara Festival Bandung Ulin dalam rangka implementasi Pendidikan Karakter Bandung Masagi.

Kegiatan ini secara rutin selalu dilaksanakan setiap akhir kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) sejak 3 tahun yang lalu, ungkap Umi Kulsum Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 18 Bandung. “Dan tema festival yang diambil untuk saat ini adalah “Ngarawat Ngaraksa Budaya, Matri Diri Ku Tradisi” dengan menghadirkan berbagai macam makanan khas Sunda, Kamonesan dan Ka ulinan orang Lembur” ungkapnya lagi.

Bandung Masagi merupakan model Pendidikan Karakter sesuai pandangan hidup budaya Sunda/kearifan lokal yang sudah dirumuskan oleh dinas Pendidikan Kota Bandung dan telah diresmikan pada tanggal 19 Juli 2016 oleh walikota Bandung. Menurut Ridwan Kamil, pada saat itu masih menjabat sebagai Walikota Bandung, Masagi itu bisa dikatakan artinya paripurna. Jika disimbolkan sebagai sebuah pohon di mana Masagi itu karakter. Kalau (karakter) itu adalah akarnya, dan akarnya sehat dan baik, hal itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

Nurbani – LPMP Jabar