Corona Virus Kecil, Tapi Fitnah Dajjal “Ruarbiasa”

http://www.google.com

Kab. Bandung – Telah menceritakan kepada kami [Abu Al-Yaman] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu’aib] dari [Az Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepada kami [‘Urwah bin Az Zubair] dari [‘Aisyah] isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam shalat membaca do’a: ‘ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABIL QABRI, WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHRAM

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang) ‘. Tiba-tiba ada seseorang berkata kepada beliau, “Kenapa tuan banyak meminta perlindungan dari hutang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang dia akan cenderung berkata dusta dan berjanji lalu mengingkarinya.” Dan dari Az Zuhri ia berkata, ‘Urwah bin Az Zubair telah mengabarkan kepadaku, bahwa ‘Aisyah? radliallahu ‘anha berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shalatnya meminta perlindungan dari fitnah Dajjal

Rosululloh di akhir Sholat berdo’a meminta perlindungan dari

  1. Siksa kubur
  2. Fitnah Al masihid dajjal
  3. Fitnah kehidupan
  4. Fitnah kematian
  5. Fitnah hutang (Karena apabila seseorang berhutang dia akan cenderung berbohong dan kalau berjanji cenderung mengingkari)

Fitnah adalah senjata yang paling ampuh yang dimiliki Dajjal dan pengikutnya untuk menghancurkan umat Islam. sebagian umat Islam yang lemah imannya menjadi sasaran untuk dipengaruhi dan difitnah. Oleh karena itu, seorang muslim sejati tidak mudah gampang terkena provokasi setan dan al-Masih ad-Dajjal, yaitu para penipu yang menampakkan wajah suci, atau para penipu yang mengatasnamakan Islam padahal di balik dadanya ada kebencian yang lebih besar dari apa yang diucapkannya.

Orang-orang yang mengumbar fitnah kepada orang lain kata-katanya amat menarik, pandai membawakan diri, seakan-akan dia mengerti atau menaruh perhatian atas segala persoalan yang penting, seakan-akan ikut memikirkan keselamatan manusia dan mempunyai cita-cita yang baik. Perilaku yang semacam ini adalah sebagaimana yang dilakukan oleh orang- orang munafik.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan persaksiannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia penentang yang paling keras” (QS. Al-Baqarah: 204).

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami” (QS. An-Naml: 82).

Rosululloh memperingatkan tentang al masih dajjal

Sungguh aku memperingatkan kalian tentang dia ( al masih dajjal ) dan tidak ada seorang nabipun kecuali sungguh ia telah memperingatkannya kepada kaumnya . Akan tetapi akan aku katakan kepada kalian sesuatu yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya. Sesungguhnya dia ( al masih dajjal) itu buta sebelah matanya, dan sesungguhnya Alloh tidak buta sebelah matanya. (H.R Bukhari : 3337)

Diakhir zaman  akan datang dua almasih yaitu al masih dajjal dan al masih isa ibn maryam.

Kata al masih setidaknya mempunyai 23 makna, diantaranya :

– Terhapus, dajjal sebelah matanya terhapus

– berkelana, dajjal berkelana di bumi selama Selama 40 hari

– Pendusta, dajjal adalah pendusta

Sementara al masih Isa, artinya orang benar kebalikan dajjal.

Dajjal

Berasal dari dajal, yang berarti menutupi, si pendusta itu di sebut dajjal karena ia menutupi kebenaran dengan kebathilannya ( Fathul Bari 14: 601)

Dalam hadis dikenal 2 jenis dajjal:

1. Dajjal umum

2. Dajjal khusus ( dajjal akbar). Inilah yang disebut maaih dajjal oleh Rosululloh SAW

Dajjal umum aalah orang- orang yang mengaku sebagai nabi sesudah Nabi SAW wafat

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga dibangkitkan ‘dajjal-dajjal’ (para pendusta) yang jumlahnya mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah.” [ Shohih Bukhori: 7121]

Satu hal yang perlu ditekankan , peringatan tentang al masih dajjal itu sudah disampaikan oleh para nabi sebelum nabi Muhammad saw, sebagai sebuah isyarat bahwa peringatan itu bagian dari ajaran Nabi yang wajib diimani, walau mungkin sulit di fahami oleh akal pada hari ini.

Selain mengingatkan bahwa al masih dajjal itu matanya buta sebelah, didahinya ada tulisan kafir

Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu anhu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

  1. Dajjal itu buta mata sebelah kirinya, dan berambut gembal.”
  2. “Dan sesungguhnya di antara dua matanya tertulis Kaafir.”
  3. Kemudian beliau mengejanya kaaf faa’ raa’, setiap muslim dapat membacanya.” (Shahih Muslim : 7550)

Semua negeri akan terkena dampak buruk dari ajarannya, kecuali makkah dan madinah.

Serta Proses keluarnya orang-orang fasik, munafik dan kafir digambarkan dalam hadis sahih, antara lain:

“Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua diinjak oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju kesana dijaga dengan malaikat dengan berbaris. Maka berhentilah Dajjal disebuah kebun (di pinggir kota Madinah). Madinah berguncang tiga kali. Lalu – keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik – Dari kota Madinah menemui Dajjal.” (HR. Al-Bukhari 1881 dan Muslim 2943)

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa ketika hendak masuk madinah, Dajjal membunuh seseorang yang menghadangnya

Dajjal datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di daerah yang tanah kosong yang berada di sekitar Madinah.

Maka keluarlah kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata (kepada pengikutnya):

‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup melakukannya’.” (Shahih Bukhari : 7132)

Disebabkan karena merasa masih kurang jelas , para sahabat mengajukan beberapa pertanyaan lagi. Sebagaimana diceritakan Nawas Ibn Sam’an

Dari Nawas bin Sim’an al-Kilabi ra berkata; Rasulullah SAW menyebut tentang Dajjal, sampai kita berkata, “Ya Rasulullah berapa lama dia di bumi?” Rasul menjawab, “Selama empat puluh hari, hari seperti setahun, hari seperti sebulan, dan sehari seperti seminggu, dan seluruh hari-harinya seperti hari-hari kalian.” Mereka berkata, “Pada hari itu apakah memadai bagi kamu shalat seperti sekarang?” Kata Nabi, “Tidak, maka hendaknya shalat sebagaimana kadar seperti biasanya.” (HR. Muslim)

Sesungguhnya hari-hari itu selama 40 tahun, setahun seperti setengah tahun, dan setahun seperti sebulan dan tahun seperti seminggu, dan sisa hari-harinya penuh kekacauan (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim)

Tujuh pengikut dajjal diakhir zaman:

  1. Yahudi, nashrani, dan pengikutnya
  2. Para penyempal khawarij, fasih baca Al qur’an tapi hanya sampai tenggorokannya, memahami Islam hanya untuk menunjukan kehebatan ilmu mereka.
  3. Palaku bid’ah dan kesesatan
  4. Para wanita, yang gampang tergoda dengan syahwat dunia, api diperlihatkan bagaikn air dan sebaliknya.
  5. Syetan dan para pengikutnya
  6. Tukang sihir, tukang ramal, tukang nuzum, Tukang takhayul, tukang khurofat
  7. Para pengikut hawa nafsu, syariah selalu di bandingkan dengan perasaan, aturan ilahiyah selalu dibenturkan dengan nalar ekonomi yang sangat terbatas, semua berdasarkan dan pertimbangan akal.

Dajjal , munculnya merupakan kejahatan besar, mengusap dan membutakan manusia dari kebenaran, menutup penglihatan mata dari akhirat , mata hanya terbuka untuk dunia  saja. Jika sudah di usap dajjal , ia akan berfikir lebih baik dunia yang yakin terasa sudah jelas daripada akhirat yang belum jelas

Menurut Aisyah, Rosululloh saw selalu beristi’adzah kepada Alloh dari fitnah ( ujian berupa gangguan) al masih Dajjal dalam setiap sholatnya, menurut Abu Hurairah, beliau memerintahkan itu setiap kali selesai dari tasyahud akhir. Sekaligus dengan isti’adzah dari siksa jahanam, kubur , dan fitnah hidup-mati

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (Sahih Muslim : 1361)

Penulis Ust. Asep Kurnia

Editor : Nurbani