Bimtek Keprotokoleran: Peserta Belajar dan Praktek Sekaligus

Bimbingan Tekis Keprotokoleran yang diselenggarakan dari tanggal 4 s.d. 7 Februari 2020 Peserta bimtek keprotokoleran praktek menjadi dirigen lagu Indonesia Raya

Kab. Bandung Barat, LPMP Jawa Barat – Sebanyak 15 peserta antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Keprotokoleran yang diselenggarakan dari tanggal 4 s.d. 7 Februari 2020. Peserta yang mengikuti kegiatan bimtek ini adalah pegawai LPMP Jawa Barat yang terdiri dari PNS maupun PPNPN (Pegawai pemerintah Non Pegawai Negeri). Sebagian besar peserta yang mengikuti berasal dari sub bagian umum mengingat bagian ini lah yang sering menjadi petugas atau tim keprotokoleran.

Peserta tidak hanya belajar
saja tapi juga mempraktekan berbagai materi yang telah disampaikan. Materi
tersebut diantaranya Undang undang keprotokolan; tata upacara bendera dan tata
krama bendera kebangsaan, teknik dirigen dan lagu kebangsaan Indonesia Raya;
teknik teknik pembawa acara; manajemen keprotokolan; dan etika layanan
keprotokolan. Materi disampaikan dari pukul 7.30 sampai 16.30 sesuai dengan
jadwal yang telah dibuat sebelumnya dengan menggunakan metode ceramah juga
metode praktek langsung untuk membantu peserta lebih memahami materi yang
disampaikan oleh narasumber.

Narasumber kegiatan bimtek
ini didatangkan langsung dari Biro Umum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Setidaknya ada 6 orang yaitu Muhammad Thohari, Oki Putra Budia Rahman, Triesni
Andriyati, Daliyem, Sutinari, dan Muhammad Yunanto. Keenam narasumber ini
saling mengisi untuk menyampaikan materi yang telah disusun.

Kegiatan bimtek ini sesuai
dengan pasal 203 Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil bahwa setiap PNS memiliki hak dan kesempatan yang sama
untuk diikutsertakan dalam pengembangan kompetensi paling sedikit 20 jam
pelajaran dalam satu tahun.

Harapan dengan adanya kegiatan
ini mampu mengembangkan sumber daya manusia khususnya pegawai LPMP Jawa Barat
dalam bidang keprotokoleran. Harus disadari bahwa berkembang tidaknya suatu
organisasi sangat dipengaruhi adanya kepedulian dan kualitas SDM dalam
menggerakkan organisasi. Dengan demikian, proses membangun kapasitas (capacity
building) dan membangun karakter (character building) SDM menjadi hal yang
mutlak dilakukan.

Dalam proses pengembangan diri pegawai tentu dapat dilakukan dengan beragam cara, baik melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis kompetensi, pembinaan pola karir yang jelas, tugas belajar, dan outbound, yang kesemuanya itu untuk meningkatkan performa SDM organisasi agar tujuan, visi, misi dapat terwujud atau tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengembangan manusia dalam organisasi memberikan kualitas dan kemampuan kerja yang akan berdampak pada peningkatan kinerja organisasi. (Dok. LPMP Jawa Barat)

Asri Nur Azizah – LPMP Jawa Barat