parallax background

Ayo Belajar dengan Berbagai Sumber dan Media Pembelajaran di LPMP Jawa Barat

22 May 2019
TANTANGAN DAN ALTERNATIF PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL
20 May 2019

AYO BELAJAR DENGAN BERBAGAI SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN DI LPMP JAWA BARAT

Resti Yuniarti, M.Pd.

Pengembang Teknologi Pembelajaran Pertama LPMP Jawa Barat


Perkembangan teknologi yang pesat telah membuat perubahan yang dramatis terhadap aktivitas belajar manusia. Teknologi jaringan dan digital telah membuat manusia dapat mengakses dan memanfaatkan informasi dan pengetahuan yang pada umumnya dilakukan secara terbuka. Peristiwa belajar dalam diri seseorang terjadi apabila dia melakukan interaksi dengan sumber belajar. Dalam hal ini sumber belajar dapat dimaknai sebagai sesuatu yang memuat informasi dan pengetahuan yang dapat dipelajari untuk mencapai kompetensi yang diinginkan – pengetahuan, keterampilandan sikap.

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

 
 

Tersedianya fasilitas sumber belajar yang memadai diakui akan membantu tercapainya tujuan pembelajaran dengan efektif. Begitu juga fasilitas belajar yang telah tersedia di lingkungan LPMP Jawa Barat, sampai saat ini pemanfaatannya dirasakan masih kurang maksimal, pemanfaatan hanya terbatas pada penggunaan untuk pelatihan terutama bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sedangkan peluang untuk pemberdayaan sumber belajar masih sangat terbuka luas, misalnya: perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium maya, dan micro teaching. Selain itu penggunaan alat-alat pembelajaran seperti Smart Board dan Jaringan Internet juga dapat dimaksimalkan dalam memfasilitasi proses belajar mengajar.

Hadirnya tenaga fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran di LPMP Jawa Barat memberikan peluang besar dalam pengembangan berbagai program yang diharapkan mampu memfasilitasi proses peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Hal ini sesuai dengan penjelasan tugas pokok dan fungsi PTP dalam Perarturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 28 Tahun 2017 pasal (5) yang menyatakan bahwa : Tugas Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran yaitu melaksanakan kegiatan analisis dan pengkajian, perancangan, produksi, implementasi, pengendalian, dan evaluasi untuk pengembangan teknologi pembelajaran.

 
 

Fenomena pembelajaran yang cenderung dilaksanakan di dalam kelas dengan penggunaan media yang sangat terbatas terungkap dari hasil analisis kebutuhan yang berbentuk Focus Group Discussion tim dengan guru-guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan beberapa siswa yang menginginkan adanya aktifitas belajar lain yang memungkinkan untuk mereka tidak harus selalu belajar di dalam ataupun di lingkungan sekolah mereka. Salah satu bentuk kegiatan yang bisa dilakukan sekolah-sekolah untuk memberikan suasana belajar yang baru adalah dengan teknik field trip. Bagi beberapa sekolah kegiatan seperti ini mungkin sering dilakukan, namun lain halnya dengan Sekolah Dasar terdekat dengan LPMP Jawa Barat yaitu SDN Sindangsari, dari hasil FGD diketahui bahwa kegiatan fieldtrip jarang sekali dilakukan karena berbagai kendala, diantaranya : membutuhkan biaya, pendampingan intensif karena jumlah siswa yang cukup banyak dalam satu rombel (42 siswa), termasuk kompetensi guru untuk menentukan desain kegiatan kunjungan yang harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

Lalu apakah field trip itu? Menurut Iin Istianah (kompasiana :2018) field trip adalah studi lapangan yang dilakukan oleh siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang terjadi atau dilaksanakan diluar sekolah. Artinya, field trip ini merupakan kunjungan wisata atau kunjungan yang dapat menunjang pengetahuan anak melalui pembelajaran diluar kelas dengan mendatangi beberapa destinasi yang telah ditentukan.

Membaca kondisi tersebut, tim menyusun Program Pemanfaatan Sumber Belajar (P2SB) melalui kegiatan fieldtrip (kunjungan) ke LPMP Jawa Barat dalam rangka memfasilitasi sekolah dalam peningkatan mutu pada standar proses pembelajaran dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar yang ada di LPMP Jawa Barat. Program ini telah diuji-cobakan dengan sasaran sekolah SDN Sindangsari – Kab. Bandung Barat pada Maret 2017.

 
 

Berbagai aktifitas bermakna dilakukan saat kegiatan ini berlangsung, dari mulai kunjungan ke Perpustakaan (aktifitas membaca, berseluncur internet, atau memanfaatkan media sederhana yang tersedia untuk menjelaskan konsep pembelajaran sesuai RPP yang sebelumnya disusun oleh Guru), selain itu siswa dan guru juga diajak untuk menonton film pendidikan yang sarat akan makna. Pada akhir sesi peserta diajak bermain quiz dengan menjawab beberapa pertanyaan terkait tema atau penokohan dari film pendidikan yang mereka telah tonton sebelumnya.

 
 

Dari hasil evaluasi kegiatan diperoleh data sebanyak 97% peserta (baik guru maupun siswa menyatakan sangat senang dengan bentuk kegiatan ini), dan sisanya sebanyak 3% menyatakan biasa-biasa saja. Dari segi variasi media yang dipergunakan sebanyak 55% peserta lebih menyenangi aktivitas berseluncur internet, 25% membaca buku perpusatakaan, sisanya 20% menyatakan senang dengan aktifitas menonton film pendidikan. Secara umum layanan LPMP Jawa Barat pada kegiatan ini berada pada kategori Sangat Memuaskan. Berdasarkan hasil pengamatan sepanjang kegiatan seluruh peserta baik siswa, guru dan para fasilitator LPMP Jawa Barat tampak antusias, dan motivasi belajar menjadi meningkat.

Sampai saat ini LPMP Jawa Barat senantiasa membuka luas peluang kerjasama dengan para stake holder pendidikan yang ingin bergabung dalam berbagai program yang diselenggarakan termasuk salah satunya adalah Program Pemanfaatan Sumber Belajar. Dengan adanya aktifitas ini diharapkan LPMP Jawa Barat mampu memberikan kontribusi positif dalam peningkatan mutu pendidikan terutama dalam proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

 
 

Daftar Pustaka

 
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara 28 Tahun 2017 Tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran. Jakarta. 2017.
https://www.kompasiana.com/linistianah/5bcdc343aeebe173c95f3536/manfaat-field-trip-bagi-anak-lalu-mengapa-harus-field-trip

Comments are closed.