Agen Perubahan, Tunas Integritas

Pembukaan Lokakarya Tunas Integritas Angkatan XLII

Kab. Bandung Barat, LPMP Jabar– LPMP Jawa Barat bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Lokakarya Tunas Integritas pada tanggal 18 s.d. 21 Februari 2020 bagi 80 pegawai LPMP Jawa Barat di Hotel Gino Ferruci Kota Bandung.

Kegiatan yang bertujuan untuk
membentuk tunas-tunas integritas sebagai agen perubahan di lingkungan LPMP Jawa
Barat ini dibuka secara langsung oleh Inspektur Jenderal Kemendikbud, Prof. Dr.
Muchlis Rantoni Luddin, MA.

“Harap pelajari kebijakan
belajar merdeka dari Mas Nadiem,” ujar Prof. Dr. Muchlis mengawali
sambutan pembukaannya, “jangan sampai kita sebagai warga Kemendikbud tidak tahu
atau malah bingung dengan kebijakan tersebut.”

Menurutnya, terdapat 3 kebijakan
yang dikeluarkan Nadiem, yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan Aturan
Pencairan BOS.

“Dalam kebijakan merdeka
belajar itu terdapat empat pokok kebijakan baru,” ujarnya,” yaitu
mengenai Pelaksanaan USBN, Penggantian UN menjadi assesmen, Penyederhanaan RPP,
dan Sistem Zonasi pada PPDB.”

Sementara pada Kampus Merdeka
memiliki empat pokok kebijakan, yaitu pembukaan program studi baru, sistem
akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi Negeri Badan Hukum, dan Hak belajar
tiga semester di luar program studi.

Kebijakan ketiga adalah pencairan
BOS yang tidak lagi melalui Dinas Pendidikan setempat, sehingga langsung
menggunakan rekening dari pihak sekolah.

Dihadiri pula oleh Enang Ahmadi, M.Pd. Kepala P4 TK IPA dan Drs. Abu Khaer, M.Pd. Kepala P4TK TK dan PLB, pembukaan Lokakarya Tunas Integritas ini berjalan dengan lancar, seluruh peserta cukup antusias mengikuti kegiatan lokakarya ini. (Dok. LPMP Jawa Barat)

Mutia Pusparini – LPMP Jawa Barat

More kunaon.net