6 Solusi Agar Anak Lebih Percaya Diri

Sumber : google.com

Penulis : Nur Indah Yuliani

Percaya
diri merupakan salah satu sikap yang perlu dimiliki oleh seorang anak. Percaya
diri diartikan sebagai keyakinan bahwa seseorang mampu melakukan sesuatu. Rasa percaya
diri pada anak akan tumbuh apabila anak merasa aman dan nyaman atas dirinya. Rasa
aman dan nyaman membuat anak dapat bersosialisasi atau menjalin pertemanan,
bisa melihat hal positif yang ada pada dirinya, dan siap menghadapi tantangan. Maka
dari itu, seorang anak yang memiliki rasa percaya diri pada umumnya memiliki
prestasi yang baik dan disenangi oleh orang-orang disekitarnya. Namun, sering
kali kita menjumpai anak yang kurang percaya diri. Hal ini bisa disebabkan oleh
rasa takut seorang anak terhadap sesuatu. Ketakutan ini bisa timbul dari
lingkungan sekitar, misalnya ketika anak mendapatkan julukan negatif dari
teman-temannya, orang tua yang suka melarang, reaksi yang berlebihan ketika
anak melakukan kesalahan, dan lain sebagainya.

Berikut
6 langkah menumbuhan sikap percaya diri pada anak yang dirangkum dari Buku Seri
Pendidikan Orang Tua “Membantu Anak Percaya Diri” Oleh Kemdikbud.

  1. Menumbuhkan motivasi

Motivasi
diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh seorang anak untuk memenuhi
kebutuhan, keinginan, dan kemauannya. Orang tua memiliki peran untuk
menumbuhkan motivasi dari dalam diri anak bukan dari luar diri anak.

  1. Motivasi dari dalam diri anak

Merupakan
perilaku yang didorong dari dalam diri anak itu sendiri.

Contoh
: anak tidur tepat waktu, karena tidak mau bangun terlambat besok pagi.

  • Motivasi dari luar diri anak

Merupakan
perilaku yang didorong karena adanya kepuasan dari luar dirinya.

Contoh
: anak tidur tepat waktu, karena ibu menjanjikan akan membelikan es krim besok.

  • Bijak dalam memuju anak
  • Fokus kepada kepuasan dari dalam
    diri sendiri

Contoh : “Wah, PR-nya
sudah selesai. Adek sudah mengecek ulang semua jawabannya? Kalua jawabannya
semua benar pasti akan mendapatkan nilai yang baik.”

  • Dilakukan secara spontan

Contoh : “Adek PR-nya banyak,
tekun sekali mengerjakannya.”

  • Memuji usahanya, bukan hasilnya

Contoh :  “Ibu senang adek berusaha membersihkan kamar
sendiri, padahal capek ya Nak.”

  • Memuji dengan tulus, tidak ada
    pesan tersembunyi

Contoh : “Wah adek
membantu ibu mencuci piring tanpa ibu minta.” Bukan, “tumben mau bantuin ibu,
ada maunya ya?”

  • Memberikan pujian yang spesifik

contoh : “tulisan adek
rapi sekali!”

  • Kritik anak dengan cara yang
    bijak
  • Sampaikan spesifik kesalahannya,
    bukan pribadinya

Contoh : “mainan adek
berantakan.” Bukan, “males banget sih adek.”

  • Gunakan kata seandainya

Contoh : : “seandainya
adek merapikan mainan setiap habis main, pasti gampang dicari ketika akan
dipakai lagi.”

  • Mendukung kemampuan anak

Orang tua perlu memberikan
kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan minat yang
dimiliki. Selain itu orang tua juga memberikan fasilitas kepada anak untuk
mengembangkan minatnya. Sebagai contoh karena anak suka menggambar, orang tua
membelikan peralatan untuk menggambar.

  • Memberikan pilihan

Memberikan pilihan ini dilakukan
agar anak mencoba mengatasi permasalahannya sendiri. Contoh : “Adek mau main
dulu atau mengerjakan PR terlebih dahulu? Kalau main dulu nanti adek capek dan
tidak fokus mengerjakan PR, kalau mengerjakan PR dulu nanti PR selesai adek
bisa bermain dengan tenang.”

  • Menjalin hubungan yang
    menyenangkan

Hubungan yang menyenangkan
membuat anak merasa aman dan nyaman sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya
diri pada anak.

Dengan
demikian orang tua memiliki peranan penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri
pada anak. Ada 6 upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menumbuhkan
rasa percaya diri pada anak diantaranya dengan menumbuhkan motivasi, bijak
dalam memuji anak, mengkritik anak dengan bijak, mendukung kemampuan anak,
memberikan pilihan untuk mengatasi permasalahan, dan menjalin hubungan yang
menyenangkan.

More kunaon.net