5 Nilai Utama Kunci Keberhasilan Pendidikan Karakter

LPMP Jabar – 10/01/2020

Penulis
: Nur Indah Yuliani | Editor : Yanti Triana

Memasuki
era revolusi industri 4.0 saat ini hampir seluruh aktivitas sehari-hari sangat
bergantung dengan teknologi. Kebutuhan akan teknologi sangat penting bagi
seluruh kalangan masyarakat, salah satu yang paling bisa dirasakan yaitu adanya
internet. Banyak dampak positif dari adanya internet ini, namun tidak sedikit
pula dampak negatif yang ditimbulkan. Dampak positifnya antara lain semua
informasi dapat kita akses dengan mudah, dapat berkomunikasi jarak jauh secara
cepat, berbelanja secara online dan lain sebagainya. Sedangkan dampak
negatifnya antara lain penyalahgunaan teknologi informasi yang menyebabkan berbagai
macam tindak kejahatan di lingkungan masyarakat.

Generasi
muda sangat rentan terhadap dampak negatif dari adanya perkembangan teknologi
informasi yang berkembang pesat. Hal tersebut dapat mempengaruhi dan merusak
moral anak bangsa. Untuk itu perlu adanya pendidikan sejak dini agar anak dapat
memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia. Pendidikan
karakter telah dicanangkan oleh Pemerintah sebagai salah satu upaya mengatasi
fenomena kemerosotan moral yang terjadi saat ini. Dirangkum dari modul Sekolah
Sehat Berkarakter oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut 5 nilai
utama yang menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter:

  • Religius

Religius merupakan sikap taat/patuh
dalam menerima, menjalankan, menghargai agama yang dianutnya, bersikap toleran
dan rukun antar umat agama. Sebagai contoh: anak dibiasakan untuk berdoa
sebelum belajar dan setelah belajar, melaksanakan ibadah secara bersama,
menghargai perbedaan agama yang dianut oleh orang lain.

  • Nasionalis

Nilai nasionalis diartikan sebagai
sikap menghargai dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Hal ini dapat
ditanamkan dalam diri anak dengan cara mengajarkan untuk menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar, menggunakan produk buatan Indonesia, mempelajari
budaya Indonesia, menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, menjaga
lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya, dan lain sebagainya.

  • Mandiri

Sikap tidak bergantung kepada orang
lain merupakan bentuk dari nilai mandiri. Karakter mandiri dapat dikembangkan
dengan cara menanamkan sikap percaya diri dan berani. Sebagai contoh anak
diajarkan untuk dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Selain itu
anak diberikan pemahaman untuk berani mengingatkan temannya untuk menjaga
kesehatan.

  • Gotong
    Royong

Gotong royong merupakan kerjasama, sikap
menghargai orang lain, dan tolong menolong dalam mewujudkaan tujuan bersama.
Nilai gotong royong dapat diajarkan kepada anak dengan memberikan kerja
kelompok dalam kelas sehingga anak dapat bekerjasama untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan secara bersama-sama. Dalam kerja kelompok ini anak dapat belajar mengenal
temannya, menhargai pendapat orang lain, serta dapat menyesuaikan diri di dalam
kelompok.

Nilai gotong royong juga dapat ditanamkan
dalam diri anak dengan cara memberikan pengertian untuk menghargai orang lain. Misalnya
anak diberi contoh untuk menyampaikan kritikan dengan baik, tidak mencela
kekurangan orang lain, serta menyampaikan pendapat atau kritikan dengan baik.

Selain itu internalisasi nilai gotong
royong dapat ditanamkan melalui sikap tolong menolong dengan orang lain. Misalnya:
memberikan bantuan kepada teman yang sedang kesulitan, menjenguk teman yang
sakit, memberi sumbangan bagi korban bencana alam, dan sebagainya.

  • Integritas

Integritas merupakan sikap yang
mencermikan keselarasan antara perkataan dan perbuatan sehingga kita dapat
dipercaya oleh orang lain. Nilai integritas ini perlu ditanamkan dalam diri
anak karena merupakan salah satu kunci penting dalam meraih kesuksesan. Adapun internalisasi
nilai integritas dapat dilakukan dengan cara memberikan contoh untuk berperilaku
jujur dan bertanggung jawab.

Perilaku jujur dalam diri anak dapat
ditanamkan dengan cara memberikan motivasi kepada anak tentang pentingnya
bersikap jujur disertai contoh kisah yang menarik tentang manfaat bersikap
jujur bagi diri sendiri maupun orang lain. Orang tua atau guru juga perlu
memberikan contoh kepada anak/siswa untuk selalu bersikap jujur dalam kehidupan
sehari-hari. Perilaku jujur juga bisa dilakukan dengan cara mengajak anak untuk
selalu dekat dengan Tuhan.

5
nilai utama tersebut perlu ditanamkan dalam diri anak sejak dini agar generasi penerus
bangsa tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif adanya perkembangan teknologi
informasi. Orang tua dan guru hendaknya bekerjasama untuk menanamkan pendidikan
karakter sehingga anak terbiasa menerapkan 5 nilai tersebut dalam kehidupan
sehari-hari.

leave a reply