Guru Inspiratif Saat Corona

Guru-guru Kreatif dan Mulia Dalam Memperjuangkan PBM di Tengah Pandemi Corona

 

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir dalam hatiku

Sebagai prasasti  terima kasihku

Tuk pengabdianmu

 

Engkau sebagi pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot  pahlawan  bangsa

Tanpa tanda jasa

………………………………

Mars  guru yang hanya di nyanyikan pada momen tertentu  syarat makna  sengaja saya tuliskan diawal tulisan ini  agar menjadi motivasi  dalam melaksanakan tugas.  Dalam keadaan normal sangat sulit untuk melihat indikator guru sebagai patriot pahlawan bangsa baru terlihat jika dalam situasi istimewa seperti saat pandmei covid 19 ini. Saat guru lain sibuk melaksanakan pembelajaran dirumah dengan menggunakan moda daring sebagian kecil guru melaksanakan pembelajaran dengan cara mengunjungi rumah siswa, kegiatan guru mengunjungi rumah siswa mengispirasi kita semua. Merujuk data dari Kementrian  sebagaimana dikemukakan oleh Dirjen PAUD Dikdasmen  Hamid Muhamad MSc PhD   data yang tercatat oleh kemdikbud   menyatakan  97,6 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran  jarak jauh  sisanya 2,4 persen belum melakukan karena daerah tidak terjangkit korona dan tidak memiliki perangkat pendukung, dari  97,6 sebanyak 54 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya yaknii guru  dan siswa mengajar dirumah, 46 persen guru mengajar disekolah , murid dirumah. Pertanyaannya bagaimana proses pembelajaran yang 2,4 persen dan 46 persen yang tidak menggunakan internet, smartphone dan tidak  ada saluran TVRI ,dibawah ini guru guru inspiratif  yang telah bertugas dengan penuh rasa tanggung jawab :

 

Bintang Riris Parhusip ( 36 )

Melakukan kegiatan membagikan tugas dan latihan  soal setiap pagi, dilakukan  agar anak didiknya  bisa belajar dan mengikuti penilaian  tengah semester, setiap  pagi ibu Bintang  berkeliling mengunjungi  rumah rumah siswa, beliau melakukan hal ini karena siswanya mempunyai keterbatasan teknologi. Sekolahnya teletak di jalan pemuda dalam RT 66 kampung Tator Manggar Batakan balikpapan timur  (sumber Detiknews)

 

Muhamad  Azis Iqbal

Muhamad  Aziz Iqbal  guru MTS Karanglayung  Gorobogan Provinsi Jawa tengah mengatahui  kondisi anak didiknya tidak mempunyai perangkat smartphone,  jaringan internet  dan saluran TVRI karena  rumah siswanya terletak dipelosok kampung dan pegunungan, sehingga beliau melakukan proses pembelajaran  dengan mengunjungi anak didiknya secara begantian kemudian tugas anak diambil seminggu sekali  (sumber detiknews)

 

Faturahman

Faturahman seorang guru di SD Batu Putih Look III di Kecamatan Batu Putih Sumenep Madura, menyikapi keterbatasan anak didiknya terkait jaringan intenet saluran televisi dan HP , beliau setiap hari sejak wabah  pandemi covid 19 berkeliling mengunjungi anak didiknya yang ada di kampung tersebut, setiap hari 8 siswa yang bisa dikunjungi, namun jika hari  hujan hanya satu orang saja yang dapat dikunjungi. (sumber kompastv)

 

Yayah Hidayah (50), Eem Maesaroh (53), Iis Ratnengaih (51), dan Etin Rohaetin (52)

Empat guru SDN 1 Giriharja di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hampir setiap hari harus berjalan cukup jauh mengajar anak didiknya yang berada di daerah perbukitan di Dusun Citapen Landeuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa  Etin bersama tiga rekannya membagi tugas untuk home visit kepada siswa yang tersebut. “Memang lokasi rumahnya cukup jauh, ke perbukitan, ada sekitar 2-3 kilometer, tak bisa menggunakan kendaraan, harus jalan kaki. Jalannya dari tanah dan pasir, serta licin. Meski cukup lelah, kami tempuh untuk pendidikan,” jelas Etin Guru lainnya, Yayah, mengatakan hampir setiap hari ia melakukan home visit kepada anak didiknya yang tak bisa mengikuti belajar daring. Mulai memberi materi pelajaran dan memberikan tugas ( sumber detiknews)

Upaya yang dilakukan oleh ke tujuh orang guru tersbut menunjukkan kecintaannya terhadap anak didik  agar tidak  ketinggalan oleh siswa yang lain yang diberi kebruntungan dalam fasilitas, ketujuh orang guru tersebeut sungguh menginspirasi bagi kita semua dan kegiatan yang dilakukan tersebut belum menjadi skala prioritas pemerintah sehingga hal luarbiasa yang dilkaukan oleh ketujuh guru tersebut layak menjadi perhatian.

Sungguh mulia guru-guru ini dengan tujuan ingin mengahantarkan anak didiknya menjadi insan yang cerdas, trampil dan berkarakter mereka rela melakukan aktivitas yang bagi sebagian orang tidak mungkin dllakukan, berangkat dari ketidak mampuan orang tua memiliki smartphone, tidak ada TVRI dan tidak jaringan internet, tetapi aktiviats pembelajaran harus berlangsung.

Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Profesi guru adalah amanah yang besar yang harus dijalani dengan melibatkaan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual. Seorang guru  adalah panggilan hati yang mensinergikan  inlektualitas , emosional  dan spiritual dalam melaksnkan tugas, jika telah terjadi sinergi dari ketiga kompoen tersebut maka akan mampu menciptak suasana pembelajaran yang ramah anak, gembira, menumbukan sikap kreatif dan inovatof.

Guru  bisa dikatakan sebagai guru inspiratif  jika  mampu memberikan layanan pendidikan kepada anak didik yang berbagai latar belakang sosial, ekonomi  maupun fisik. Seorang guru yang inpsiratif harus memegang prinsip CARE, SHARE, TRUST   dalam melaksanakan tugas.

CARE artinya mampu memberi  perhatian pada  siswa dari berbagai latar belakang  yang berbeda baik dari segi fisik mental sosio emosional, maupun tempat tinggal sehingga semua terlayani dalam proses pembelajaran dengan memperhatikan gaya belajar siswa.

SHARE guru harus mampu membagi ilmu dengan menciptakan suasana PAKEM, dengan menggunakan strategi dan media yang tepat. Aakan nak merasa nyaman dengan suasana pembelajaran yang ramah sehingga dapat berkembang multi intlegencenya (8 kecerdasan).

TRUTS  artinya guru harus menjadi sosok yang dapat dipercaya, memberi teladan serta menanamkan karakter  yang baik bagi siswa disekolah, menjaga kepercayaan yang dilakukan guru hal yang mutlak sebab sekali lancung maka akan runtuhlah kepercayaan siswa pada guru, apalagi pada anak  jenjang dasar guru merupakan role model  baik dari sikap, ucapan mapun tindakan. Sehingga ada peribasa guru ratu wong atua karo yang artinya guru nomor satu orang tua nomor dua.

Jika guru memegang prinsip  CARE, SHARE, dan TRUST maka anak didik akan merasa nyaman dan rindu akan kehadirannya baik itu bagi siswa yang berada dikota yang fasilitasnya lengkap maupun siswa dipedalam yang belum tersentuh fasilititas teknologi informasi. Sebab kita meyakini sebagaimana firmannnya “ Allah akan meninggikan orang orang beriman diantaramu  dan orang orang yang diberi ilmu  pengetahuan beberapa derajat  ( al Mujadillah ayat 11)

Guru inspiratif banyak bertebaran disekitar kita yang mungkin tidak terekspos media, semoga mereka senantiasa  diberi ketabahan dan kelancaran sehingga bisa melahirkan generasi penerus bangsa  dari tangannya……semoga ada keajaiban

 

Penuis : Tatang Sunendar , Widyaiswara Utana LPMP Jawa Barat.