SD di Jawa Barat Siap Melaksanakan ANBK

SD di Jawa Barat Siap Melaksanakan ANBK

Kab. Bekasi (27/10/2021) – Hari ini tepat, sekolah jenjang SD se Indonesia melaksanakan gladi resik ANBK untuk gelombang ke 2, dari 4 gelombang yang telah di jadwalkan oleh Pusat Asessmen dan Pembelajaran Kemdikbudristek. Dari 20.000an SD di Jawa Barat yang terdata di laman ANBK, 7.278 sekolah menyelenggarakan secara mandiri,  1.659 sekolah menyelenggara secara mandiri dan ditumpangi, sedangkan sisanya menumpang ke sekolah lain, baik ke satu jenjang ataupun menumpang ke jenjang lainnya. Jika dilihat dari moda pelaksanaan sebanyak 9.284 sekolah menggunakan moda online dan 10.243 sekolah menggunakan moda semi online.

Seperti di kutip dari laman ANBK, bahwa Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antar daerah, atau pun kesenjangan antar kelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Pelaksanaan gladi ANBK secara umum berjalan dengan lancar, ada beberapa kendala di temukan diantaranya untuk penyelenggaraan semi online yaitu permasalahan pada saat sinkronisasi ke server pusat. Namun hal ini dapat di atasi dengan bantuan tim helpdesk di Kab/Kota dan pusat dengan memanfaatkan group di media sosial dan tiket bantuan di laman anbk. Tidak demikian dengan penyelenggaraan secara online, walaupun pada saat persiapan tidak membutuhkan instalasi dan persiapan lainnya seperti penyelenggaraan semi online, pada hari pertama gelombang pertama gladi ANBK lebih dari 60% komputer client tidak dapat login atau logout secara otomatis. Hal ini mengakibatkan beberapa sekolah menunda pelaksanaan gladi di hari tersebut. Namun, mulai di hari ke 2 gelombang pertama, untuk sekolah dengan moda online sudah dapat menyelenggarakan gladi anbk secara lancar dan semua peserta dapat melaksanakan ujian.

(pbip/nrb)